Selalu Ada Cerita di Kedipan Matanya

Di penghujung samar, aku teringat suatu ketika ku terbangun di tepi siang seperti biasa. Sudah lama. Tubuh kecilku saat itu bak orang yang tak tahu diri. Malas bersih-bersih, ancang-ancang tidur pulas dengan lancang. Ya, bagaimana Ia tak geram denganku. Tak disiplin. Aku dibangunkannya. Tak kusangka, Ia membawa pemukul nyamuk dan mengibaskannya pada betisku. Tangisan cengeng pun terburai dari dua mataku yang masih sayu. Ia menyuruhku masuk kamar mandi, membersihkan diri hingga aku dapat kembali nyaman beristirahat. Kejam: kupikir saat itu.

Ia selalu punya cara agar aku tidak memasuki lingkaran setan.

Salam sayang dari anakmu yang keras kepala.

Cerita Fana, powered by Tumblr, Beckett theme by Jonathan Beckett