22 5 / 2013

"MySpace was where you went in the past, WordPress and Movable Type were where people went if they had the patience and writing output to maintain a traditional blog, Facebook was where you went to define yourself by schools and checkboxes, and Tumblr was where you went to make your own identity and express your creativity."

Marco Arment (one of Tumblr’s early developers) in a nice little ode to David Karp and Tumblr, on Tumblr’s history and why he’s hopeful about Yahoo’s acquisition. If you’re still wary about the whole deal, it’s a nice read. (via futurejournalismproject)

Yeah

20 5 / 2013

Halo,  yang dicerahkan wajahnya. Bagaimana dunia ini? Semoga kau betah berada di dunia yang kata orang menyenangkan. Jadikan Allaah sebagai satu-satunya yang kau sembah, orangtua mu tempat kau mencurahkan kasih sayang, Rasulullaah sebagai panutanmu, pada keluarga yang selalu memberi ruang untukmu di hatinya, dan pada dunia bahwa kau datang penuh cahaya dan keberkahan.

Jangan lelah menyinari kami dengan senyummu. Tak perlu takut menangis jika kau membutuhkan sesuatu. Selalu berikan senyuman kepada insan-insan di dunia.

Selamat datang ke dunia, wahai keponakanku terkasih.
20 Mei 2013.

Halo, yang dicerahkan wajahnya. Bagaimana dunia ini? Semoga kau betah berada di dunia yang kata orang menyenangkan. Jadikan Allaah sebagai satu-satunya yang kau sembah, orangtua mu tempat kau mencurahkan kasih sayang, Rasulullaah sebagai panutanmu, pada keluarga yang selalu memberi ruang untukmu di hatinya, dan pada dunia bahwa kau datang penuh cahaya dan keberkahan.

Jangan lelah menyinari kami dengan senyummu. Tak perlu takut menangis jika kau membutuhkan sesuatu. Selalu berikan senyuman kepada insan-insan di dunia.

Selamat datang ke dunia, wahai keponakanku terkasih.
20 Mei 2013.

19 5 / 2013

Gimana caranya aku shalat selagi menduakanMu dalam langkah-langkahku. Beraninya diriku untuk selalu memohon kenikmatan pada diriMu lalu aku melupakanMu. Gimana ceritanya diriku bergumul dengan asa yang kubuat atas namaMu, tapi ku selalu berpaling. Untuk selalu Kau dekap, sayangi, dan lindungi, aku selalu memohon.

Gimana caranya aku shalat selagi menduakanMu dalam langkah-langkahku. Beraninya diriku untuk selalu memohon kenikmatan pada diriMu lalu aku melupakanMu. Gimana ceritanya diriku bergumul dengan asa yang kubuat atas namaMu, tapi ku selalu berpaling. Untuk selalu Kau dekap, sayangi, dan lindungi, aku selalu memohon.

17 5 / 2013

Perlahan-lahan, usia akan pudar, bertemu dengan suara-suara sendi yang gemeretak. Bukan saja untuk dipelajari secara harfiah, sedikit perayaan mungkin bisa membawa hati dan akal ke  jenjang yang lebih hakiki. Berirama bersama-sama melantunkan ayat kehidupan. Selamat mengulang waktu yang ke-19 tahun, Vivian Wijaya. Hiasi karpet merahmu dengan pemahaman-pemahaman megah hasil karya hari-harimu.

Perlahan-lahan, usia akan pudar, bertemu dengan suara-suara sendi yang gemeretak. Bukan saja untuk dipelajari secara harfiah, sedikit perayaan mungkin bisa membawa hati dan akal ke jenjang yang lebih hakiki. Berirama bersama-sama melantunkan ayat kehidupan. Selamat mengulang waktu yang ke-19 tahun, Vivian Wijaya. Hiasi karpet merahmu dengan pemahaman-pemahaman megah hasil karya hari-harimu.

16 5 / 2013

16 5 / 2013

Selamat mengulang perayaan, FISIP UI. Mungkin kau harusnya sudah bercucu, tapi lebih dari itu, ribuan intelektualita kau hasilkan dalam sekejap mata. Mari rayakan dengan introspeksi hingga datang saat-saat kewajiban dan hak kembali bersanding dalam harmoni.

Selamat mengulang perayaan, FISIP UI. Mungkin kau harusnya sudah bercucu, tapi lebih dari itu, ribuan intelektualita kau hasilkan dalam sekejap mata. Mari rayakan dengan introspeksi hingga datang saat-saat kewajiban dan hak kembali bersanding dalam harmoni.

15 5 / 2013

Menunduk kadang buatku tersandung, terjerembap, bahkan dijauhi. Tapi dari menunduk, ku beristirahat dari tengadah, mengamati alas kaki yang selalu melindungi sambil terus kuinjak.

Menunduk kadang buatku tersandung, terjerembap, bahkan dijauhi. Tapi dari menunduk, ku beristirahat dari tengadah, mengamati alas kaki yang selalu melindungi sambil terus kuinjak.